Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OlahragaKONI Jatim Terjunkan Psikolog, Target Juara Umum PON Papua

    KONI Jatim Terjunkan Psikolog, Target Juara Umum PON Papua

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Jawa Timur (Jatim) mengusung ambisi tinggi pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Para atlet dipersiapkan secara serius kendati ditengah pandemi Covid-19.

    KONI Jatim melaksanakan Puslatda New Normal (PNN) sejak September 2020 lalu. Dalam takaran prosentase, kesiapan Jatim sudah masuk 90 persen. Karena itu, pada saat PON nanti dipastikan semua atlet dapat mengeluarkan penampilan maksimalnya (peak performance).

    “Kami serius mempersiapkan atlet untuk PON mendatang. Tidak main-main. Kami punya badan sport science yang dapat mendukung atlet dari sisi fisik, psikologis, mental hingga gizi,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI Jatim Dudi Harjantoro.

    Dengan persiapan ini, katanya, Jatim membidik target juara umum PON. Gelar yang terakhir kali dirasakan pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur. “Gubernur Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa) ingin kami melakukan pembinaan terbaik termasuk juara umum di PON. Kami menginginkan juara umum dengan fairplay tentunya,” tegas Dudi.

    Baca juga :  Jatim Kirim Lapis II ke Triathlon PON XX di Papua

    Kendati demikian, persiapan Jatim bukan tanpa hambatan. Pasalnya, para atlet harus menghadapi ‘musuh terbesarnya’ selama PNN. Jenuh. Maklum, KONI Jatim menerapkan prosedur kesehatan yang ketat.

    Sejumlah akses menuju area mes ditutup agar tidak ada pelatih, atlet, dan mekanik yang keluar masuk sembarangan. Selain itu, orang luar tidak diperkenankan masuk ke area tersebut, sekalipun pengurus KONI Jatim. Para atlet, pelatih dan mekanik hanya bisa keluar ke tempat latihan. Selepas itu, mereka harus kembali ke mes.

    Keadaan ini tentu memupuk rasa bosan atau kejenuhan saat menjalankan program PNN. Solusi yang disiapkan pihak KONI adalah dengan menerjunkan tim psikolog. “Pasti mereka bosan. Makanya kami terjunkan tim psikolog. Jangan sampai kejenuhan itu dikeluarkan dalam sebuah kegiatan kemudian menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Direktur Badan Pelaksana Puslatda Jatim M. Nabil pada kesempatan terpisah. (dik)

    Reporter : Dian Kurniawan
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan