Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanCatatan Akhir Tahun Partai Golkar: Ekonomi Jatim Stabil Karena Keamanan Kondusif

    Catatan Akhir Tahun Partai Golkar: Ekonomi Jatim Stabil Karena Keamanan Kondusif

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPD Golkar Jatim Muhammad Sarmuji menyatakan,  ekonomi Jatim cukup baik meskipun harus diakui Pandemi Ikut memberikan kontribusi melemahnya diberbagai sektor kehidupan masyarakat seperti pariwisata, industri maupun keuangan.

    Namun masih ada beberapa yang dianggap bertahan, bahkan tumbuh positif meski tingkat pertumbuhanya tidak deras yakni pertanian, ekpor furnitur dan perdagangan antar provinsi. Ini juga didukung oleh situasi keamanan Jatim yang sangat kondusif,” kata M. Sarmuji dalam talkshow yang ditayangkan Golkar JatimTV, Rabu (30/12/2020) malam.

    Talkshow dengan tajuk catatan akhir tahun 2020, sebuah pandangan Ketua Golkar M. Sarmuji, dipandu Cici Esti Nalurani, pengurus Golkar Jatim yang membidangi masalah ekonomi.

    Cak Sar,  juga memberikan catatan bahwa angka kemiskinan di Jatim masih diatas rata rata nasional yakni 11,9 persen. Sedangkan angka nasionalnya 11,7 persen.

    “Dari  berganti ganti Gubernur, angka kemiskinan Jawa Timur selalu tinggi. Dan ini menjadi PR Pemprov Jawa Timur,” jelasnya. IPM (Indek Pembangunan Manusia) cukup baik berkisar 70 persen, ini luar biasa. tambahnya lagi

    Baca juga :  Plh Sekdaprov Heru Tekankan Soal Dedikasi, Integritas dan Loyalitas

    Ditengah pengumuman lomba Tartil Al Qur’an, Ketua DPD Golkar Jatim M. Sarmuji dan Sekrtaris Sahat Tua Simanjuntak menyerahkan santunan untuk Yatim Piatu. (foto/transparansi/dok)

    Sarmuji menyebut, kwartal kedua minus 5,9 lalu kwartal ketiga jadi minus 3,5 membaik, Kwartal kedua pertumbuhan ekonomi justru turun. Hanya pertanian yang naik jadi pengangga, minus 3,75

    Sementara pertumbuhan ekonomi Jatim dipicu dari sektor ekpor dan perdagangan antar Provinsi, terutama furnitur. Juga permintaan dalam negeri. Ini aneh. Mungkin juga karena banyak orang bekerja dirumah (WFH), masyarakat lalu memperhatikan kursinya harus ganti.

    Pemprov Jatim harus mempetakan negara ngara mana saja yang membutuhkan produk dari Jatim, apakah Eropa, Cina dan Amerika. Perdagangan antar provinsi juga menentukan terutama provinsi yang Covidnya rendah.

    Baca juga :  Jatim Masuk Level 1, Anak Usia 12 Tahun Dilarang Masuk Mall dan Wisata Air

    Perlu dicatat bahwa untuk Indonesia timur, kebutuhan telor itu dipasok dari Jatim. Produksi telor kita cukup besar.Tapi ini perlu penetrasi, tegas dia.

    Dalam kesempatan itu, Sarmuji juga mengapresiasi Pemprov Jatim beserta aparat keamanan Polda Jatim, Kodam V Brawijaya serta penyelenggara Pilkada KPU dan Bawaslu dimana pilkada 19 kabupaten/kota di Jawa Timur berjalan aman dan lancar.

    “Padahal sebelumnya hasil komunikasinya dengan intelejen dan aparat keamanan di Jatim ada daerah daerah yang dipetakan memiliki potensi terjadinya rawan konflik. KPU Jawa Timur juga mempetakan hal yang sama,” ucapnya.

    Sinergitas Gubernur Ibu Khofifah Indar Parawansa dengan Kapolda dan Pangdam V Brawijaya sangat bagus.

    Terbukti dari 19 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada tidak ada konflik secara politik. Soal setelah pemungutan suara, lalu ada yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, itu adalah dinamika saja. Dan seharusnya seperti itu.  Tapi Pilkada Jawa Timur berjalan aman dan lancar.

    Baca juga :  Jatim Masuk Level 1, Anak Usia 12 Tahun Dilarang Masuk Mall dan Wisata Air

    Meski dalam Pilkada ini bagi paslon dirasa sangat berat karena tidak bisa leluasa bertemu masyarakat, semuanya dilakukan dengan baik. Penerapan prokes (protokol kesehatan) terpenuhi, juga tanpa klaster pilkada. Dan paling penting adalah masyarakat punya kesadaran yang tinggi  bahwa Pilkada adalah hajatan kita bersama. Itu point pentingnya.

    Menurut M Sarmuji, Pilkada ditengah Pandemi, adalah adu strategi. Penggunaan medsos menjadi penentu kemenangan. Siapa yang mampu menerapkan strategi baik lewat udara maupun darat, dialah yang menang. Sementara kampanye melalui jaringan itu ternyata juga menentukan.

    Sarmuji menjelaskan bahwa Pilkada 9 Desember lalu adalah sejarah bagi perkembangan politik kita. Tidak ada kampanye dengan pengumpulan massa. Paslon cukup bertemu jaringan saja, lalu jaringan itulah yang membesar calon pemilihnya.

    Melalui kelompok kecil itu biasanya lebih efektif karena mereka kategori partisipasi, sebaliknya massa besar, itu massa bayaran, tandasnya.  (min)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan