Rabu, 24 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    OlahragaPersebaya Terancam Bubar

    Persebaya Terancam Bubar

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Konsistensi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menguji kesabaran klub-klub. Ketidakpastian kompetisi membuat klub dan pemain kelimpungan. Akibatnya klub dihadapkan pada bayang-bayang pembubaran tim. Bahkan, Persebaya Surabaya siap mengikuti jejak Madura United yang berencana membubarkan tim.

    Pelatih Persebaya Aji Santoso menyatakan kewenangan pembubaran tim ada ditangan manajemen. Menurutnya, jika manajemen sepakat, Bajol Ijo bisa mengikuti ancang-ancang Madura United. “Saya masih akan berbicara dengan manajemen terkait nasib tim. Kalau manajemen memang mau (membubarkan tim). Saya paham posisi manajemen dalam kondisi saat ini pasti berat,” katanya.

    Bukan tanpa alasan wacana Persebaya membubarkan diri muncul ke permukaan. Sebab, dengan mempertahankan tim tanpa adanya kompetisi akan membuat klub kesulitan. Begitu klub kelimpungan, imbasnya bakal dirasakan pemain, pelatih hingga ofisial tim. Aji menyebut tidak jelasnya kompetisi telah mempersulit banyak pihak. “Mau buat apa tim kalau tidak segera berkompetisi? Tidak mungkin latihan terus,” ujar pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.

    Baca juga :  Pembalap Jepang Raja Etape 3, Forkopimda Sambut Tour de Banyuwangi Ijen di Garis Finish

    “Saya cuma dengar katanya dari kemarin-kemarin. Awalnya kabar kompetisi (bergulir) Februari 2021. Kemudian katanya izin bakal keluar Desember ini. Cukup banyak katanya, tapi sampai sekarang tak kunjung ada titik terang sama sekali,” tambahnya.

    Sosok yang mengantarkan Green Force, julukan lain Persebaya, ini menyatakan mulai merasakan imbas dari ketidakpastian kompetisi. Aji mengaku menjadi menjadi tempat mengadu bagi orang-orang dalam tim. Karena itu, juru racik berusia 50 tahun itu menegaskan akan segera menghubungi manajemen untuk membahas nasib klub, pemain, pelatih dan ofisial untuk menyambut kompetisi tahun depan.

    “Jangankan program atau rencana, mau latihan kapan juga belum tahu. Saat ini kami hanya bisa menunggu dan berharap operator segera mengeluarkan keputusan. Jika sudah, tentu kami bisa melangkah,” kata Aji. “Kasihan orang-orang, gajinya dipangkas dan nasibnya belum jelas jelang kontrak habis,” sambungnya.

    Baca juga :  Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri Remehkan Kamboja

    Meski begitu, Aji enggan menaruh harapan tinggi soal kelanjutan liga. Dia hanya ingin PSSI dan PT LIB menjalankan komitmen seperti yang telah disampaikan selama ini. “Semoga stakeholder sepak bola Indonesia segera memberi kejelasan, dan kepolisian dapat segera mengeluarkan izin. Tidak bisa seperti ini terus,” tandasnya. (dik)

    Reporter : Dian Kurniawan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan