Minggu, 21 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGubernur Khofifah : Ada 3.631 Desa/Kelurahan Yang Sudah Miliki Ruang Observasi Covid-19

    Gubernur Khofifah : Ada 3.631 Desa/Kelurahan Yang Sudah Miliki Ruang Observasi Covid-19

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Himbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar pemerintahan desa memiliki ruang observasi mendapar respon positif dari Lurah dan Kepala Desa.

    Ini dibuktikan per hari ini Jumat (10/4), sudah ada 3.631 desa/kelurahan yang memiliki ruang observasi, atau setara 47,02 persen. Untuk itu Khofifah akan segera mengirim perangkat yang diperlukan agar Lurah dan Kepala Desa bekerja lebih efektif dalam menanggulangi covid-19 tersebut.

    Berdasarkan data tersebut, terdapat kenaikan cukup signifikan karena data sehari sebelumnya Kamis (9/4) jumlah ruang observasi yang tersedia 2.527 atau setara 29,9 persen, ungkap Gubernur Khofifah kepada wartawan di Grahadi Surabaya,Jumat (10/4/2020).

    Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh aparat desa maupun kelurahan yang telah menyediakan tempat untuk ruang observasi. Dimana, ruangan ini akan digunakan oleh para pekerja migran maupun pemudik utamanya yang datang dari daerah episentrum untuk observasi atau isolasi selama 14 hari.

    Baca juga :  Imigrasi Tanjung Perak Segera Membuka Imigrasi Lounge di Icon Mall Gresik

    “Kami mohon dengan sangat bagi para pemudik yang baru datang untuk melakukan proses observasi atau isolasi atau karantina selama 14 hari. Ini untuk kebaikan kita, keluarga kita, serta lingkungan sekitar kita,” tutur Khofifah.

    Selain itu, mantan Menteri Sosial ini juga menjelaskan, bahwa per hari ini Jumat (10/4) update pukul 17.00 juga terdapat 527 area  pemukiman yang menerapkan area tertib physical distancing. Dengan melibatkan 39 polres se Jatim. Ini penting, sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penularan covid-19, serta menjaga diri dan lingkungan tetap sehat.

    “Area tertib physical distancing ini diterapkan untuk memastikan warga tetap tinggal di rumah Dan hanya keluar rumah untuk urusan yang urgent seperi logistik, kesehatan, dan perekonomian atau perdagangan. Sehingga bagi warga yang masuk atau keluar pemukiman akan didata dengan detail,” imbuhnya. (min)

    Penulis : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan