“Pada tanggal 4 Desember 2019, SK mengadukan kejadian dan upaya pembunuhan yang menimpanya, sehingga polisi melakukan penyelidikan atas kejadian itu,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal dalam penjelasannya kepada , di Mapolres Jember, Jumat.

Baca juga :  Mendekati Bulan Ramadhan Polresta Banyuwangi Amankan 439 Tersangka

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dikumpulkan memang ditemukan bercak darah di pakaian maupun seprai tempat tidur SK. Darah tersebut memang darah korban yang mengaku dianiaya.

“Setelah dilakukan visum kepada yang bersangkutan, hasilnya tidak ditemukan adanya seksual dan tidak ditemukan adanya luka robek, sehingga dilakukan olah TKP secara mendalam dan baru diketahui ada kejanggalan dalam kejadian itu,” ujarnya.