Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSurabaya Hadapi Anomali Cuaca, Ini yang Harus Disiapkan Warga

    Surabaya Hadapi Anomali Cuaca, Ini yang Harus Disiapkan Warga

    SURABAYA – Warga kota Surabaya diimbau agar menyusun rencana untuk menghadapi dampak anomali cuaca. Sebab, dampaknya akan membuat beberapa wilayah di Jawa Timur mengalami hujan lebat dengan disertai angin kencang.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, tahun ini anomali cuaca sangat luar biasa, salah satunya mempengaruhi perubahan iklim di Indonesia, khususnya Kota Surabaya.

    “Hasil koordinasi kami dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), belum bisa dipastikan Surabaya kapan turunnya hujan,” kata Eddy saat menggelar media gathering di Mako Yontaifib 2 Korps Marinir, Karang Pilang Surabaya, Senin (16/12/2019).

    Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih mewaspadai datangnya angin kencang. Sebab, saat ini angin kencang sudah muncul di beberapa wilayah Jawa Timur, seperti Madiun, Bojonegoro dan Bangkalan.

    Baca juga :  Khofifah IP : Unair Makin Tunjukkan Eksistensinya Sebagai Kampus Kelas Dunia

    “Kalau kita lihat di data cuaca, awan itu bergerak luar biasa dari selatan ke utara, namun saat ini Surabaya terlewati terus,” ujarnya.

    Selain itu, kata Eddy, ada beberapa pesan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada masyarakat dalam persiapan memasuki musim hujan tersebut. Pertama, warga diimbau agar rutin melakukan pengecekan instalasi atau peralatan listrik yang ada di rumah.

    Menurutnya, tahun lalu, walaupun memasuki musim hujan, kebakaran seringkali terjadi. “Hal ini diakibatkan karena korsleting listrik akibat air hujan,” katanya.

    Kedua, lanjut Eddy, ketika berkendara di saat turun hujan, warga juga diimbau agar tidak berteduh di bawah pohon yang rindang, serta baliho-baliho yang besar. Karena, ketika datangnya hujan atau angina kencang, hal ini dapat berpotensi menyebabkan baliho atau pohon tersebut roboh.

    Baca juga :  PT Pegadaian Area Surabaya 1 Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Pengurus Bank Sampah Binaan

    Ketiga, kepada para orang tua juga disarankan agar anak-anaknya tidak main air hujan. Sebab, dampak anomali cuaca saat ini membuat kandungan gas monoksida air hujan cukup tinggi.

    “Dulu hujan menyehatkan, tapi sekarang karena anomali musim, kandungan gas monoksida air hujan cukup tinggi dan berpotensi juga hujan batu yang kecil-kecil. Mohon dihindari anak-anak kita agar menjauh, tidak hujan-hujanan,” ujarnya.

    Keempat, ketika berkendara saat musim hujan, warga diharpkan tidak berteduh dan parkir di bawah viaduk, fly over, halte atau jembatan penyeberangan orang (JPO).

    “Mohon tidak berteduh di bawah viaduk, atau minimal ketika mau hujan pakai jas hujan dulu. Sehingga tidak menganggu lalu lintas yang lain,” katanya.

    Baca juga :  PT Pegadaian Area Surabaya 1 Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Pengurus Bank Sampah Binaan

    Kepada semua masyarakat Kota Surabaya diharpkan agar rutin melakukan pengecekan genangan air. Sebab, ketika terjadi genangan air, maka potensi datangnya penyakit itu cukup tinggi. Seperti, gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

    “Tolong dicek semuanya, ketika musim hujan ada penampungan-penampungan itu jangan sampai ada genangan,” ujar Eddy.

    Dalam menghadapi anomali cuaca ini, BPB dan Linmas Surabaya juga rutin melakukan pengecekan peralatan, seperti perahu karet. Tak hanya itu, jajaran BPB Linmas, Satpol PP dan Damkar juga rutin menggelar latihan untuk persiapan datangnya potensi bencana. (wt)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan