Menurutnya, jabatan itu merupakan kepercayaan Tuhan melalui tangannya. “Saya bukan siapa-siapa, tanpa kehendak Tuhan, tidak mungkin ini bisa terjadi. Jadi, tolong dijaga integritasnya teman-teman semuanya,” ujarnya.
Apapun yang telah diraih hingga saat ini, lanjutnya, itu berasal dari keringat rakyat Surabaya, karena dibayari dari keringat rakyat. Makanya, dia meminta untuk memberikan yang terbaik untuk warga Kota Surabaya.
“Tolong berikan yang terbaik dari kita untuk rakyat, untuk warga saya. Jangan menyakiti hati warga, cintai mereka. Berikan yang terbaik buat warga Kota Surabaya,” harapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa mungkin di antara para pejabat ada yang marah setelah kena rotasi, karena memang punya keahlian di bidang tersebut. Namun, mungkin Tuhan melihatnya berbeda, sehingga dia sangat yakin bahwa pelantikan ini tidak mungkin terjadi apabila tanpa ada campur tangan Tuhan.
“Jika mungkin ada yang marah padahal punya keahlian, tolong introspeksi diri kenapa saya sampai dipindahkan, tolong introspeksi,” imbuhnya. (wt)





