“Pelanggaran masih didominasi oleh remaja usia produktif, khususnya para pelajar. Setidaknya selama Operasi Patuh 2019 lalu tercatat 1.398 pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar,” ungkap AKBP Roni, Senin (7/2/10/2019)
Menurutnya, dengan adanya sosialisasi ini, pelajar diharapkan dapat menjadi relawan dan pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan mengajak pelajar untuk tertib berlalu lintas, diharapkan dapat menekan angka pelanggaran dan angka kecelakaan dalam berlalu lintas.
Semoga, para pelajar dan generasi millenial ini lebih memahami pentingnya keselamatan saat berkendara,” pungkasnya.(bud)





