Ini Alasannya Mengapa Dukungan Jatim ke Airlangga Hartarto.

Ini Alasannya Mengapa Dukungan Jatim ke Airlangga Hartarto.
Sekretaris DPD l Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak,SH, saat membacakan surat dukungan kepada Airlangga Hartarto, calon ketua umum periode 2019/2024 di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (13/7/2019)

Jakarta – Sebanyak 39 suara Jawa Timur terdiri DPD l Partai Golkar Provinsi dan 38 DPD ll bulat mendukung Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk periode 2019/2024 akan datang.

Surat dukungan tersebut dibacakan dan di serahkan ke Airlangga Hartarto dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (13/7/2019) malam. tutur Plt Ketua DPD l Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali kepada Wartatransparansi.com, Minggu (14/7/2019).

Airlangga Hartarto akan mengakhiri periodesasinya tahun 2019 dalam Munas Partai Golkar sekaligus memilih ketua yang baru untuk periode 2019-2024.

Pada Munas nanti Airlangga yang masih menjadi pucuk pimpinan partai itu memiliki peluang paling besar dipilih lagi mengingat dukungan DPD l dan DPD ll se Indonesia terus menguat. Bahkan saat ini sudah diatas 71 persen lebih.

Ini sejarah baru, suara Jawa Timur dalam Munas utuh untuk satu calon. Biasanya  selalu menjadi rebutan dan terpecah pecah.

Malam itu hadir ketua dan sekretaris DPD ll se Jawa Timur.

Ini Alasannya Mengapa Dukungan Jatim ke Airlangga Hartarto.
Ketua dan Sekretaris DPD ll Partai Golkar JawaTimur usat rapat pleno DPD l di perluas pada Minggu (7/7/2019) di kantor Golkar Jatim Jl A. Yani Surabaya.

Plt Ketua DPD l Golkar Jawa Timur Zainudin Amali mengatakan, ada beberapa alasan yang sangat mendasar mengapa Jawa Timur masih memberikan kepercayaan kepada Airlangga Hartarto.

Menurut Ketua Komisi ll DPR RI ini, Airlangga Hartarto yang masa bhaktinya akan berakhir pada Desember 2019, telah membuktikan diri menjadi nahkoda dalam sebuah kapal besar dengan arus gelombang yang sangat tinggi, namun ditengah derasnya ombak itu, Airlangga mampu mempertahankan partai dengan baik. Bahkan hasilnya di Pileg/Pilpres, sangat dirasakan oleh semua kader partai.

Dia kemudian mencontohkan, ketika Jawa Timur terkena masalah, lalu hasil survey menunjukan bahwa Golkar Jawa Timur sangat merosot, hanya pada kisaran angka 3,5 sampai 4 persen atau setara dengan 4 kursi di DPRD, namun dengan langkah strategis yang diambil Ketua umum , ternyata suara Golkar malah meningkat dari 11 menjadi 13 kursi.

Kedua sebagai nahkohda kapal besar, Airlangga Hartarto, dianggap sudah membawa arah partai ini sesuai dengan kithohnya. Yakni membangun  negeri ini bersama sama pemerintah. Ini yang kita sebut dengan doktrin partai Golkar.